Saat ini, batako menjadi salah satu material bangunan yang cukup banyak digunakan karena harganya relatif terjangkau dan proses pemasangannya praktis. Tak heran, banyak orang mulai tertarik untuk membuat batako sendiri, baik untuk kebutuhan pembangunan rumah maupun sebagai peluang usaha.
Mulai dari pemilihan campuran semen, pasir, hingga proses pengeringan, semua tahap memiliki peran penting dalam menentukan kualitas batako yang dihasilkan. Dengan teknik yang tepat, batako yang Anda buat bisa memiliki kekuatan yang baik, tidak mudah retak, dan tahan lama.
Nah, di artikel ini, Anda akan menemukan panduan lengkap cara membuat batako yang bisa langsung dipraktikkan, bahkan untuk pemula sekalipun. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Komposisi Material Batako
Batako termasuk material konstruksi yang sering dimanfaatkan untuk membangun dinding, pagar, hingga berbagai jenis bangunan sederhana. Di beberapa wilayah, terutama pedesaan, batako berbahan sertu cukup banyak digunakan karena dinilai praktis dan ekonomis.
Sertu adalah campuran pasir dan batu yang dikenal memiliki kekuatan serta ketahanan yang cukup baik untuk kebutuhan konstruksi. Selain itu, bahan ini juga mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang relatif ramah di kantong, sehingga menjadi pilihan favorit bagi banyak orang.
Material yang dibutuhkan untuk membuat batako adalah pasir sertu, semen, dan air. Untuk membuat batako, gunakan perbandingan 1:7 untuk pasir sertu dan semen, yaitu 1 semen dan 7 pasir. Perlu diingat, pasir sertu yang digunakan harus bebas dari campuran tanah liat atau kotoran lain agar batako tidak mudah retak.
Sementara itu, peran air tak kalah penting dalam proses pembuatan batako karena berfungsi melarutkan semen sekaligus memicu reaksi hidrasi. Dengan adanya air, campuran bahan bisa menyatu secara merata sehingga adonan menjadi lebih mudah dibentuk saat proses pencetakan.
Meski begitu, penggunaan air juga tidak bisa sembarangan. Harus dengan jumlah yang pas, cukup untuk menghasilkan adonan yang plastis namun tidak terlalu cair. Umumnya, perbandingan antara air dan semen berkisar 0,4-0,6.
Jika terlalu banyak air, batako yang dihasilkan akan rentan rapuh. Sebaliknya, air yang terlalu sedikit akan menyebabkan adonan sulit dicetak dan kekuatannya pun tidak maksimal.
Standar Ukuran Batako
Standar batako semen menurut SNI 03-0349-1989 adalah sebagai berikut:
- Batako semen pejal = panjang x lebar x tebal sebesar 39 x 9 x10, dengan toleransi +3 panjang +3 mm dan -5 mm, sedangkan toleransi lebar dan tebalnya ±2 mm.
- Batako berlubang kecil = 39 x 19 x 10 dengan toleransi panjang +33 mm dan lebar -5mm, sedangkan toleransi tebalnya ±3 mm.
- Batako berlubang besar = 39x19x20 dengan toleransi panjang dan lebar +3 mm dan -5 mm, sedangkan tebalnya memiliki toleransi ±3 mm.
Baca juga: Tips Memilih Bahan Bangunan untuk Rumah Minimalis
Cara Membuat Batako
Cara membuat batako sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan sendiri, asalkan mengikuti tahapan dengan benar. Berikut langkah-langkahnya:
1. Siapkan bahan dan alat
Bahan utama yang dibutuhkan antara lain semen, pasir atau sertu, dan air. Sementara itu, alat yang digunakan biasanya berupa cetakan batako, sekop, ember, dan alat pengaduk (bisa manual atau mesin molen).
2. Buat campuran adonan
Campurkan semen dan pasir/sertu dengan perbandingan yang umum digunakan, misalnya 1:5 (1 bagian semen dan 5 bagian pasir). Aduk hingga merata dalam kondisi kering terlebih dahulu.
Setelah itu, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai mendapatkan adonan yang tidak terlalu cair, tetapi cukup lembap dan mudah dipadatkan.
3. Masukkan ke dalam cetakan
Ambil adonan secukupnya, lalu masukkan ke dalam cetakan batako. Pastikan adonan terisi penuh dan padat agar tidak ada rongga di dalamnya. Anda bisa menekan atau memukul ringan cetakan untuk membantu proses pemadatan.
4. Proses pencetakan
Setelah adonan dipadatkan, lepaskan cetakan secara perlahan agar bentuk batako tetap rapi. Lakukan proses ini di atas permukaan yang rata.
5. Pengeringan awal
Batako yang sudah dicetak perlu didiamkan terlebih dahulu selama kurang lebih 1–2 hari agar mulai mengeras. Hindari paparan sinar matahari langsung pada tahap awal ini supaya tidak retak.
6. Perawatan (curing)
Setelah cukup keras, lakukan perawatan dengan cara menyiram batako menggunakan air secara berkala selama 7–14 hari. Tujuannya untuk menjaga kelembapan agar proses pengerasan berlangsung maksimal.
7. Pengeringan akhir
Setelah proses curing selesai, batako bisa dijemur hingga benar-benar kering dan siap digunakan. Biasanya, batako akan mencapai kekuatan optimal setelah berumur sekitar 28 hari.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda bisa menghasilkan batako yang kuat, padat, dan tahan lama untuk berbagai kebutuhan konstruksi.
8. Pengecekan kualitas batako
Sebelum digunakan, penting untuk memastikan kualitas batako sudah sesuai. Beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan antara lain:
- Pemeriksaan visual: Pastikan permukaan batako tidak retak, tidak berlubang besar, dan bentuknya rapi serta presisi.
- Cek suara: Ketuk batako secara ringan, jika menghasilkan suara nyaring, biasanya menandakan struktur yang padat.
- Uji kekuatan sederhana: Batako yang baik tidak mudah hancur saat ditekan atau dijatuhkan dari ketinggian rendah.
- Cek berat: Batako yang terlalu ringan bisa menandakan kepadatan kurang maksimal.
Baca juga: Mengenal Campuran Plesteran Dinding yang Tepat, Catat!
Kelebihan dan Kekurangan Batako
Batako menjadi salah satu material bangunan yang cukup banyak digunakan karena menawarkan berbagai keunggulan. Namun, di balik itu, tetap ada beberapa kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya.
Kelebihan Batako
Batako dikenal sebagai material yang praktis dan efisien untuk berbagai kebutuhan konstruksi, terutama pada pembangunan dinding. Berikut beberapa kelebihannya:
1. Dinilai Lebih Ekonomis
Dibandingkan beberapa material dinding lainnya, batako cenderung memiliki harga yang lebih terjangkau, baik dari segi bahan maupun biaya pemasangan.
2. Ukuran Lebih Besar
Dimensi batako yang lebih besar dibandingkan batu bata membuat proses pemasangan jadi lebih cepat dan efisien, sehingga bisa menghemat waktu pengerjaan.
3. Bobot Relatif Ringan
Batako umumnya lebih ringan, sehingga memudahkan proses pengangkutan dan pemasangan, serta mengurangi beban struktur bangunan.
4. Permukaan Lebih Rata
Bentuknya yang presisi membuat dinding dari batako cenderung lebih rapi, sehingga penggunaan plester bisa lebih tipis.
5. Cukup Kuat dan Tahan Lama
Jika dibuat dengan komposisi yang tepat, batako memiliki kekuatan yang cukup baik untuk berbagai kebutuhan konstruksi, seperti dinding rumah atau pagar.
Kekurangan Batako
Selain kelebihan, batako juga memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan agar penggunaannya tetap optimal. Berikut di antaranya:
1. Kekuatan di Bawah Beton Bertulang
Meski cukup kuat, batako tetap tidak sekuat beton bertulang, sehingga kurang cocok untuk struktur utama yang menahan beban berat.
2. Mudah Retak Jika Kualitas Kurang Baik
Batako yang dibuat dengan campuran atau proses yang tidak tepat bisa lebih mudah retak, terutama saat terkena perubahan cuaca.
3. Daya Serap Air Cukup Tinggi
Batako memiliki pori-pori yang membuatnya mudah menyerap air. Jika tidak dilapisi dengan baik, hal ini bisa menyebabkan dinding lembap.
4. Kurang Kedap Suara
Dibandingkan material lain yang lebih padat, batako cenderung memiliki kemampuan meredam suara yang lebih rendah.
5. Tampilan Kurang Menarik Tanpa Finishing
Secara tampilan, batako terlihat lebih kasar sehingga biasanya memerlukan finishing tambahan seperti plester dan cat agar lebih estetis.
Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, Anda bisa menentukan apakah batako merupakan pilihan yang tepat untuk kebutuhan konstruksi Anda.
Agar hasil dinding batako lebih maksimal, penting juga untuk memperhatikan kualitas material pendukung yang digunakan, terutama semen. Pemilihan semen yang tepat tidak hanya memengaruhi kekuatan batako, tetapi juga berperan dalam menghasilkan permukaan dinding yang lebih rapi, kuat, dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Produk semen Portland dari Semen Merah Putih yang bisa dicoba adalah Semen Merah Putih Watershield. Semen multiguna super premium ini memiliki teknologi Watershield yang mampu melindungi bangunan dari rembesan air, kelembapan, dan korosi. Pengerjaannya tidak hanya mudah, namun juga membuat permukaan tembok lebih halus.
Semen Merah Putih Watershield cocok digunakan untuk pengaplikasian acian, plaster, cor dak, cor kolom, dan pemasangan bata. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut terkait Semen Merah Putih Watershield dan temukan solusi konstruksi terbaik untuk proyek Anda!
Baca juga: Cara Memasang Bata Ringan untuk Dinding Rumah agar Rapi



